Berilah Nama Muhammad

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

سَمُّوا بِاسْمِي وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي

“Berilah nama dengan namaku, namun janganlah memberi kuniyah (gelar) dengan kuniyah ku.”

Merupakan hal yang sunnah bagi setiap muslim untuk memberikan nama dengan nama “Muhammad” atau dengan nama-nama yang lainnya seperti Abdullah, Abdurrahman, dan lainnya boleh-boleh saja dengan nama-nama yang lain tetapi yang sunnah adalah memberi nama dengan menggunakan nama nabi kita “Muhammad” shallallahu ‘alaihi wasallam, namun jangan menggunakan gelar Rasulullah yaitu “Abu Al Qasim.”

Dalam hal ini ada perbedaan pendapat, sebagian ulama ada yang mengatakan larangan itu hanya ketika di zaman nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam saja, karena di saat itu ada seseorang yang mempunyai putra yang bernama Qasim kemudian dipanggil juga dengan panggilan Abu Al Qasim maka orang itu pun menoleh dan Rasulullah juga menoleh, maka Rasulullah saw melarang untuk menggunakan gelar beliau shallallahu ‘alaihi wasallam di masa hidup beliau.

Dan sebagian pendapat ulama mengatakan bahwa maksud hadits tadi gelar Rasulullah yang tidak boleh digunakan adalah sebutan “Rasulullah” yang artinya utusan Allah, maka hal ini tidak diperbolehkan, adapun penggunaan nama majelis Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam hal ini tidaklah masalah, atau dengan menggunakan nama Muhammad Habibullah yang artinya Muhammad kekasih Allah.

Namun sebagian pendapat mengatakan bahwa larangan itu hanya ketika masa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam saja, adapun setelah beliau wafat dan di masa sekarang hal itu diperbolehkan (gelar Abul qasim).

Dan selayaknya jika kita memberi nama awali dengan nama nabi kita “Muhammad” kemudian disambung dengan nama yang kita inginkan. ()

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page