Carilah Orang Lebih Hina Darimu

Sayyid Al Imam Abu Bakar Al Idrus bin Abdullah Al Idrus Al Akbar Ar, dia adalah seorang anak yang masih kecil dan ayahnya Al Imam Abdullah Al Idrus adalah seorang arif billah berkata, “aku sudah membaca kitab Ihya ulumuddin, aku sudah menghafalnya, dan aku pun telah mengamalkannya.”

Maka putranya Al Imam Abu Bakar ketika masih kecil sudah diajarkan Al Qur’an, setelah ia hafal Al Qur’an ayahnya mulai membacakan kitab Ihya Ulumuddin yang menjelaskan tentang mengobati penyakit-penyakit hati, seperti riya mengobatinya begini, sombong mengobatinya begini, iri dan dengki mengobatinya begini, dan lain sebagainya.

Maka berkata Al Imam Abu Bakar, “ayah apakah ada orang yang semacam ini?”

Subhanallah kenapa ia bertanya demikian?, karena di hatinya tidak ada penyakit seperti itu, sejak kecil sudah dididik mencintai Allah dan RasulNya maka tidak ada penyakit hati di hatinya.

Maka ayahnya pun terdiam kemudian berkata, “sekarang engkau pergilah ke pasar dan carilah orang yang lebih hina darimu.”

Maka ia pun pergi ke pasar dan sesampainya di pasar ia melihat orang yang sedang berbuat jahat, ia berkata pada dirinya, “orang ini lebih hina daripada aku, tetapi jika ia bertobat dan beribadah kepada Allah dan ia lebih taat daripada aku maka berarti ia lebih mulia daripada aku.”

Terus ia mencari lagi tetapi tidak ia temukan orang yang lebih hina darinya. Semua pendosa bisa saja Allah terima tobatnya dan Allah memberinya hidayah kemudian ia berubah menjadi orang shalih. Maka akhirnya ia menemukan seekor anjing yang penyakitan, ia berkata, “aku pasti lebih mulia darinya, tetapi jika aku harus melewati neraka terlebih dahulu berarti anjing itu yang lebih mulia.”

Karena anjing tidak masuk neraka, maka ia kembali kepada ayahnya dan ayahnya bertanya, “apakah sudah engkau temukan orang yang lebih hina darimu?”

Maka ia pun menjawab, “tidak ada wahai ayah.”

Ayahnya bertanya lagi, “dalam satu pasar tidakkah kau temukan seorang pun yang lebih hina darimu?”

Ia menjawab, “tidak ada ayah, walaupun ia adalah orang yang berbuat dosa, tetapi jika ia bertobat dan Allah terima tobatnya dan ia dimuliakan oleh Allah maka ia akan lebih mulia daripada aku, lalu aku menemukan seekor anjing yang penyakitan dan kukatakan bahwa anjing itu lebih hina daripada aku, lalu aku berpikir wahai ayah, kalau senadainya aku masuk neraka maka tentunya anjing itu akan lebih mulia daripada aku, karena ia tidak masuk kedalam neraka.”

Mendengar hal itu maka ayahnya berkata, “sekarang engkau keluar dari Tarim untuk melanjutkan belajarmu di luar bimbinganku.”

Maka setelah selesai dengan tarbiyah yang suci dari sang ayah ia pun menuju guru-gurunya yang lain. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page