Cinta Surah Al Ikhlas

Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa Al Imam Masjid Quba’ setelah membaca Al Fatihah selalu membaca surat Al Ikhlas kemudian dilanjutkan dengan surat yang lainnya, maka ia diprotes oleh makmumnya karena hal ini.

Sang imam berkata, “jika engkau masih menginginkan aku untuk menjadi imam, maka aku akan terus melakukan hal ini, jika tidak carilah imam yang lain.”

Maka si makmum mengadukannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “wahai Rasulullah, tidak pernah engkau mengajarkan kepada kami untuk selalu membaca surat Al Ikhlas setelah Al Fatihah, namun imam itu melakukannya.”

Zaman sekarang hal seperti ini disebut sebagai bid’ah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bertanya kepada sang imam, “mengapa engkau melakukan hal itu wahai imam masjid Quba, padahal aku tidak pernah mengajarkannya?”

Sang imam menjawab dengan singkat.

إِنِّيْ أُحِبُّهَا

“Sungguh aku mencintai surat Al Ikhlas.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “cintamu pada surat Al Ikhlas membuatmu masuk kedalam surga Allah.”

Karena mencintai kalimat هُوَ اللهُ أَحَدٌ, Dialah (Allah) Yang Maha Tunggal, maka jadikanlah Dia tunggal di dalam jiwa kita di saat kita berdzikir kepada Allah, di saat kita shalat, di saat kita berdoa dan bermunajat, hilangkan semua nama dari hati kita kecuali nama اللهُ أَحَدٌ هُوَ. Jadikan nama itu menguasai jiwa dan sanubarimu melebihi segalanya, maka akan engkau lihat Allah menundukkan seluruh makhluknya kepadamu karena jiwamu telah tunduk kepada rahasia keluhuran هُوَ اللهُ أَحَدٌ. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page