Hati hati dengan Lintasan Pemikiran

Diriwayatkan didalam riwayat yang tsiqah, ketika Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat, diriwayatkan didalam Shahih Muslim Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan barang siapa yang kehilangan sesuatu, maka hendaknya dia berdo’a:

اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَ

“Wahai Allah berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantikanlah dengan yang lebih baik.”

Hal ini di dengar oleh ummu Salamah radhiyallanhawa ardoha ketika suaminya wafat yaitu Abu Salamah, maka ia membaca do’a ini.

Hati hati dengan lintasan pemikiranmu!!! Karena lintasan pemikiranmu dilihat oleh Allah dan Allah bisa menentukan baik dan buruknya seseorang dengan melihat lintasan pemikirannya.

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallambersabda, “hati hati dengan cita cita kalian karena kalian tidak tau apa yang akan di berikan oleh Allah untuk kalian.”

Menunjukkan apa dari getaran jiwa kita bisa merubah nasibmu dimasa mendatang menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk.

Berkata Ummu Salamah didalam hatinya, “aduuh.. suamiku wafat diambil Allah subhanahu wata’ala, namun diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, suruh baca ‘wahai Allah beri aku pahala musibahku ini dan gantikan dengan yang lebih baik darinya’ lalu aku berkata ‘ya sudah aku ikuti Sunnah Nabi ku Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sambil bertanya tanya mana ada lagi yang lebih baik dari suamiku, karena Abu Salamah adalah orang yang pertama kali mati syahid.”

Maka beberapa tahun kemudian Ummu Salamah hijrah ke Madinatul Munawarah, lalu dia dilamar oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Ummu Salamah menjerit dan menangis.

Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallamberkata, “wahai Ummu Salamah jika kau tidak mau terima lamaranku, aku akan pulang jangan sampai membuatmu sedih, jangan sampai membuatmu bingung, kenapa engkau menjerit dan menangis.”

Ummu Salamah berkata, “wahai Rasulullah, bertahun tahun yang lalu saat suamiku wafat aku ingat do’amu kau katakan ‘beri aku pahala dalam musibah aku, gantikan dengan yang lebih baik darinya’ aku teringat yang wafat suamiku, siapa yang lebih baik dari suamiku? ternyata getaran hatiku itu di dengar Allah, dan kini engkau wahai Rasul di tunjukkan oleh Allah gantinya.”

Dari pertanyaan Ummu Salamah “siapa yang lebih mulia dari suaminya?”

Allah jawab dengan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai gantinya, maka aku menangis kata Ummu Salamah “bagaimana kau bisa melamar?”

“Perintah Allahsubhanahu wata’ala.” {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page