Hati-hatilah dengan Orang Penyabar

Rasulullah menjelaskan bahwa yang dimaksud orang yang berani bukanlah orang yang mampu memukul yang lain atau menyerang, namun justru orang yang berani adalah orang yang mampu menahan amarahnya. Sebatas apa seseorang mampu menahan amarahnya maka sekadar itu juga keberaniannya.

Maka berhati-hatilah terhadap orang yang selalu sabar karena jika amarahnya memuncak, Allah akan memunculkan kekuatan kemurkaan Allah pula, karena Allah subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
(البقرة : 153)

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.” (QS. Al Baqarah : 153)

Allah senantiasa bersama orang yang bersabar, jika hamba yang bersabar sudah memaksakan diri dengan segenap kemampuan untuk bersabar sehingga ia tidak mampu lagi menahan kesabarannya, maka Allah subhanahu wata’ala akan turut bertindak untuk membantu hamba-Nya yang bersabar.

Demikianlah yang telah terjadi pada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dimana beliau selalu bersabar atas musuh-musuhnya namun mereka terus-menerus menyakiti, menyerang, menganiaya dan lainnya sehingga beliau pun terpaksa membela diri karena memikirkan keadaan ummat beliau yang terus dibantai.

Sehingga berapa banyak dari sahabat beliau yang dibantai namun beliau membiarkannya sampai beliau tidak lagi dapat menahannya, sehingga terjadilah perang Badr Al Kubra maka turunlah 5000 malaikat pertolongan dari Allah subhanahu wata’ala.

Ketika itu Rasulullah telah terusir dan hijrah meninggalkan kampung halamannya namun masih saja terus dikejar dan diganggu juga, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membela diri bersama para sahabat dari kaum muhajirin dan anshar, demikian keadaan para hamba dari zaman ke zaman hingga hari ini, kekuatan Allah ada pada hamba yang bersabar. Maka bersabarlah karena kekuatan Allah akan bersamamu. ()

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page