Imam Bukhari Penulis 7124 Hadits Shahih

Al Hafidh Al Muhaddits Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhari rahimahullah. Beliau lahir pada hari jumat selepas shalat jumat 13 Syawal 194 H dan beliau wafat pada malam jumat yang sekaligus malam idul fitri tahun 256 H.

Berkata Imam Muhammad bin Yusuf Al Farbariy, aku mendengar dari Najm bin Fudhail berkata, “aku bermimpi Rasulullah saw dan kulihat Imam Bukhari dibelakang beliau saw, setiap beliau saw melangkah sebuah langkah, dan Imam Bukhari melangkah pula dan menaruhkan kakinya tepat dibekas pijakan Nabi saw.

Ketika dikatakan kepada Imam Bukhari bahwa ada disuatu wilayah yang barangsiapa orang asing yang datang ke wilayah mereka maka saat setelah shalat maka penduduk setempat akan mencobanya dengan hadits-hadits tentang shalat, maka Imam Bukhari berkata ,”bila aku diperlakukan seperti itu akan kukeluarkan 10 ribu hadits shahih mengenai shalat dihadapan mereka agar mereka bertobat dan tidak lagi mengulangi perbuatan buruk itu.”

Imam Bukhari telah menulis shahih nya sebanyak sekitar 7000 hadits saat beliau belum berusia 17 tahun, dan ia telah hafal 100 ribu hadits shahih dan 200 ribu shahih di usia tersebut.

Berkata Imam Al Hafidh Muhammad bin Salam rahimahullah, “kalau datang si bocah ini maka aku terbata bata dan tak nyaman membaca hadits.”

Dan ia juga berkata kepada seorang tamunya yang datang setelah Imam Bukhari pergi, “kalau kau datang lebih cepat sedikit kau akan berjumpa dengan bocah yang hafal lebih dari 70 ribu hadits.” Maka tamunya segera bergegas menyusul Imam Bukhari, dan Imam Bukhari berkata, “sungguh aku hafal lebih dari itu, dan akan kujelaskan padamu semua masing masing sanad periwayat hadits nya, dimana lahirnya, tahun kelahiran dan wafatnya, sifat dan sejarah periwayat sanad-sanadnya dari semua hadits itu.”

Ketika salah seorang perawi hadits bertanya kepada Imam Bukhari mengenai nama nama periwayat, gelar, bentuk kesalahan sanad hadits dan lain-lain, maka Imam Bukhari menjawabnya bagaikan membaca surat Al Ikhlas.

Berkata Imam Bukhari, “aku berharap menghadap Allah tanpa ada hisab bahwa aku pernah menggunjing aib orang lain.”

Suatu hari Imam Bukhari mengimami shalat dhuhur disebuah kebun korma, dan didalam bajunya terdapat seekor Zanbur (kumbang hitam) yang menggigit dan menyengatnya hingga 16 sengatan, selepas shalat Imam Bukhari berkata dengan tenang , “coba kalian lihat ada apakah didalam baju lenganku ini?” Maka ditemukanlah 16 luka sengatan kumbang di tubuhnya.

Suatu ketika Imam Bukhari membacakan sanad hadits dan saat ia melirik dilihatnya ada orang yang terkesima dengan ucapannya, dan Imam Bukhari tertawa dalam hati, keesokan harinya Imam Bukhari mencari orang itu dan meminta maaf dan ridho karena telah menertawakannya, padahal ia hanya menertawakan didalam hati.

Diriwayatkan ketika Imam Bukhari sedang mengajari hadits kepada salah seorang muridnya dan ia tampak bosan, maka Imam Bukhari berkata, “para pedagang sibuk dengan perdagangannya, para pegawai sibuk dengan pekerjaannya, dan engkau bersama Nabi Muhammad saw.”

Imam Bukhari menulis shahih nya (Shahih Bukhari) di Raudhah, yaitu antara Mimbar dan Makam Rasulullah saw di Masjid Nabawiy Madinah Almunawwarah, dan ia mandi dan berwudhu lalu shalat 2 rakaat baru menulis satu hadits, lalu kembali mandi, berwudhu dan shalat 2 rakaat, lalu menulis 1 hadits lagi, demikian hingga selesai di hadits no.7124. maka selesailah 7000 hadits itu ditulis di kitab beliau, dengan bertabarruk pada Makam Rasulullah saw dan Mimbar Rasul saw.

Berkata Imam Muslim dihadapan Imam Bukhari, “Izinkan aku mencium kedua kakimu wahai Pemimpin para Muhadditsin, guru dari semua guru hadits.”

Dikatakan kepada Imam Bukhari, “mengapa tak kau balas orang yang memfitnahmu dan mencacimu?”

Ia menjawab, “aku teringat ucapan Rasul saw; akan muncul kelak ikhitilaf dan perpecahan, maka bersabarlah hingga kalian menjumpai aku di telaga haudh.”

Imam Bukhari mempunyai akal yang jenius, dan ia hafal bila mendengar 1 kali saja. Atau membaca 1 kali saja. Hingga ketika suatu ketika Imam Bukhari dicoba dan diajukan padanya 100 hadits yang dikacaukan dan dibolak balik sanadnya, maka Imam Bukhari berkata, “tidak tahu… tidak tahu.” Hingga hadits yang ke seratus, lalu Imam Bukhari berpidato, mengulang hadits yang pertama yang disebut si penanya.

“Kau tadi sebut hadits dengan sanad seperti ini, dan yang benar adalah begini”, demikian hadits kedua.. ketiga… hingga 100 hadits.

Ketika telah wafatnya Imam Bukhari, terjadi kekeringan yang berkepanjangan, maka para Ulama, Huffadh dan Muhadditsin dari wilayah Samraqand berduyun duyun ke Makam Imam Bukhari, lalu mereka bertawassul pada Imam Bukhari, maka hujanpun turun dengan derasnya hingga 7 malam mereka tertahan dan tak bisa pulang ke Samraqand karena derasnya hujan. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page