Jangan Menyembah Akal

Agama Islam adalah agama Samawi, sumbernya sama dengan agama Yahudi dan Nasrani, walaupun mereka kemudian banyak membuat penyelewengan seperti Syiah.

Dalam agama Islam kita tak menyembah akal, kita menyembah yang tak terlihat, sujud pada yang tak terlihat, berdoa dan meminta dan bicara pada yang terlihat, bermunajat kepada yang tak bisa didengar jawabannya, inilah Islam.

Iman kepada Allah (tak terlihat) , kepada Rasul Nya (kitapun tak jumpa), sorga, neraka, kitapun tak melihatnya, inilah agama Samawi, bukan budak akal.

Satu hal yang harus kita pegang adalah setiap gerakan shalat, juga haji, puasa, zakat dan lain sebagainya mengandung hikmah-hikmah luhur, namun bukan kewajiban kita untuk mengetahui hikmahnya.

Kewajiban kita adalah mengamalkannya, karena kita akan terjebak oleh hukum akal bila selalu menghendaki jawaban dari maksud setiap Ajaran Rasul saw.

Bagus bila kita menemukan jawabannya, bila belum?, karena kebodohan misalnya. Apakah lalu kita menolak mengamalkannya?, maka dengan itu kita menyembah akal karena hanya taat pada hal yang diterima akal.

Pertanyaan “mengapa?”, merupakan pertanyaan berbahaya bila terlalu mendalam, karena puncaknya akan menjurus pada Allah swt dan syak wasangka pada Allah swt, mengapa Allah memerintahkan ini dan itu?, mengapa tidak seperti ini?.

Maka tanpa kita sadari kita terjebak pemahaman untuk merubah diri kita sebagai Pencipta, dan Allah menjadi Hamba, karena kita ingin Allah taat pada keinginan kita, dan berbuat menurut kehendak kita, dan agar tidak berbuat terkecuali hal yang kita fahami, dan membatasi kehendak Nya untuk berbuat dengan hal yang bertentangan dengan akal kita.

Tentunya kita beriman pada Allah, beriman pada yang Maha Ghaib, Maha tak terlihat namun Maha Berhak diimani oleh segenap hamba Nya.

Demikian Islam, demikian ajaran Sayyidina Muhammad saw, demikian para sahabat, demikian para Imam Ahlulbait, demikian para ulama dan fuqaha dari zaman ke zaman. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page