Kambing untuk Orang Quraisy

Diriwayatkan dalam kitab Qabasunnuurilmubin ringkasan Rub’ Al Muhlikaat dari kitab Ihyaa’ Ulumuddin oleh guru mulia kita Al Musnid Al Arif billah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, dimana suatu waktu sayyidina Hasan, sayyidina Husain dan sayyidina Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum, sedang dalam perjalanan untuk melakukan ibadah haji, dan di tengah perjalanan mereka kehausan dan kelaparan karena kehabisan bekal, kemudian menemukan satu rumah di tengah padang pasir yang di dalamnya hanya ada seorang wanita yang tua renta.

Maka mereka bertanya kepada wanita itu, “wahai Ibu, apakah engkau mempunyai air untuk kami minum?”

Maka ibu itu berkata, “ada air tapi hanya sedikit.”

Mereka bertanya lagi, “wahai ibu, apakah kau mempunyai makanan?”

Wanita itu menjawab, “tidak ada, aku hanya mempunyai seekor kambing, jika kalian mau menyembelihnya, aku yang akan memasaknya.”

Maka salah seorang dari mereka pun menyembelihnya kemudian wanita itu memasaknya. Setelah beberapa saat mereka pun memakannya kemudian mereka pamit kepada wanita itu untuk pergi melanjutkan perjalanan.

Dan berkata kepada wanita itu, “wahai ibu kami adalah orang Quraisy kelak kami akan membalas kebaikanmu.”

Dan setelah mereka pergi dari rumah wanita tua itu, maka suami wanita itu datang dan berkata kepada istrinya, “mana kambing kita yang satu-satunya?”

Wanita itu menjawab, “sudah disembelih untuk tamu.”

Suaminya berkata, “siapa tamu itu?”

Si wanita menjawab, “3 orang mereka mengatakan dari kaum quraisy.”

Si suami marah berkata, “bagaimana kau menyembelih kambing yang hanya satu-satunya milik kita untuk orang yang tidak engkau kenal, yang hanya mengatakan mereka adalah kaum quraisy!”

Waktu berlalu, suatu saat si bapak dan ibu yang tua renta ini keluar ke Madinah untuk menjual kotoran onta yang dijadikan sebagai pupuk, dan mereka gunakan hasil dari penjualan itu untuk kehidupan mereka.

Ketika itu sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib sedang duduk di depan rumahnya dan beliau mengenali wanita itu, maka beliau pun memanggilnya, “wahai Ibu, apakah engkau mengenaliku?”

Maka wanita itu berkata, “tidak.”

Sayyidina Hasan berkata, “aku adalah orang yang engkau tolong disaat itu”

Wahai ibu ini hadiah dariku 1000 dinar dan 1000 ekor kambing, kemudian sayyidina Hasan memerintahkan pembantunya untuk membawanya kepada sayyidina Husain.

Maka sayyidina Husain berkata, “wahai ibu, apa yang engkau peroleh dari sayyidina Hasan?”

Si ibu menjawab, “1000 ekor kambing dan 1000 dinar emas.”

Sayyidina Husain berkata, “terimalah dariku 1000 ekor kambing dan 1000 dinar emas.”

Kemudian sayyidina Husain meminta pembantunya untuk membawa wanita kepada Abdullah bin Ja’far, kemudian beliau bertanya, “wahai ibu, apa yang engkau dapatkan dari sayyidina Hasan dan Husain?”

Si ibu menjawab, “2000 ekor kambing dan 2000 dinar emas”

Sayyidina Abdullah menjawab, “baiklah, terimalah dariku 2000 ekor kambing dan 2000 dinar emas, sungguh jika engkau mendatangiku terlebih dahulu maka aku akan membuat sayyidina Hasan dan Husain kebingungan untuk berbuat dan membalas kebaikannmu.”.

Maka si wanita itu pun pulang menemui suaminya dengan 4000 ekor kambing dan 4000 dinar emas, demikianlah kedermawanan sayyidina Hasan, sayyidina Husain dan sayyidina Abdullah bin Ja’far. ()

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page