Kaum yang Shalat Tapi Memerangi Muslim

Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membagi-bagikan ghanimah, ketika itu ada orang yang merasakan bahwa pembagian yang dilakukan Rasulullah tidak adil, maka sebagaimana riwayat dalam Shahih Al Bukhari datanglah seseorang yang berjenggot panjang, dahinya menonjol, kepalanya botak dan dua giginya menonjol kedepan.

Lalu dia berkata kepada Rasulullah, “bertakwalah kepada Allah wahai Rasulullah”, maksudnya adalah jika membagi-bagikan ghanimah dengan adil.

Maka ketika itu berubah wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam marah dan berkata, “jika aku tidak adil dan bertakwa maka siapa yang bertaqwa di atas muka bumi ini?!”,

Maka terdiamlah orang itu.

Kemudian sayyidina Khalid bin Walid menghunuskan pedangnya dan berkata, “wahai Rasulullah, izinkan aku menebas kepala orang ini”.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “biarkan dia”.

Lalu beliau bersabda, “kelak akan muncul dari keturunan orang itu, kelompok yang melakukan shalat namun mereka memerangi orang muslim dan tidak memerangi orang yang menyembah berhala.”

Yang mereka perangi adalah orang muslim yang mengucapkan “Laa ilaaha illallah”, yang membaca tahlil mereka perangi, yang melakukan sunnah ziarah kubur mereka perangi, namun para penyembah berhala tidak mereka hiraukan.

Dan memang benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, telah muncul saat ini di abad ke-18 ini kelompok-kelompok seperti itu. Rasulullah bersabda jika beliau masih hidup di zaman itu maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam akan memerangi mereka sebagaimana memerangi kaum ‘Ad, Rasulullah yang akan memeranginya.

Dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa tidak berhak bagi kita untuk memerangi mereka dengan kekerasan, karena kalimat “لو (jika)”, dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَوْ أَدْرَكْتُهُمْ لَقَتَلْتُهُمْ قَتْلَ عَادِ

“Jika aku mendapati mereka, pastilah kuperangi mereka, sebagaimana kaum ‘Ad”.

Adalah jika Rasulullah ada di zaman sekarang maka Rasulullah akan memeranginya. Jadi jangan terbawa oleh pemahaman-pemahaman mereka yang aneh seperti itu, jika menemukan pemahaman yang aneh seperti itu maka berusahalah untuk meluruskanlah pada pemahaman yang benar hingga mereka sadar, jika mereka tetap saja namun engkau terus berusaha meluruskannya maka engkau pun akan tetap mendapatkan pahalanya.

Ketahuilah, setiap orang yang sesat, orang non muslim, orang fasik atau yang zhalim pada setiap wajah mereka ada harapan dari nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mereka bertobat, maka jangan melihat mereka dari kejelekannya, ingatlah jika Rasulullah melihat mereka maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menginginkan mereka menjadi baik, jadi kita harus berfikir akan perasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau ingin semakin banyak orang yang baik maka berbuatlah banyak kebaikan. ()

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page