Kemuliaan Ahlul Yaman

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَتَاكُمْ أَهْلَ اْليَمَن هُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً وَأَلْيَنُ قُلُوْبًا اَلْإِيْمَانُ يَمَانٌ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَّةٌ .

“Datang kepada kalian penduduk Yaman mereka lebih ramah perasaannya dan lebih lembut hatinya, iman adalah penduduk Yaman dan hikmah kemuliaan ada pada penduduk Yaman .” ( Shahih Al Bukhari )

Sifat Penduduk Yaman

Penduduk Yaman hatinya sangat lembut, perasaannya sangat berkasih sayang, dan iman ada pada penduduk Yaman serta rahasia hikmah juga ada pada penduduk Yaman, yaitu penduduk Hadramaut tempat berhijrahnya Al Imam Ahmad bin Isa Al Muhajir dari Baghdad. Kebanyakan penduduk Yaman adalah orang yang berlemah lembut hatinya, sebagimana hadits sang nabi namun karena terlalu berlemah lembut dan ramah, sangat baik dan sopan tidak mau mengganggu orang lain, maka zaman sekarang banyak para teroris yang masuk ke Yaman dan sembunyi disana.

Karena orang-orang Yaman tidak suka bermusuhan dan tidak suka berprasangka buruk, tetapi sekarang nama Yaman buruk dikatakan Yaman sebagai sarang terori , sungguh demi Allah tidak demikian karena ulama ahlu Yaman sejak berabad-abad tahun yang lalu didakwahi pertama kali oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib kw dan sayyidina Mu’adz bin Jabal ra. Sayyidina Mu’adz bin Jabal ke Yaman Utara dan sayyidina Ali bin Abi Thalib ke Yaman Selatan, Hadramaut. Demikian dakwah kedua shahabat ini membuka Yaman menjadi wilayah muslimin.

Disabdakan oleh Rasul yang berdoa:

اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا

“Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk wilayah Syam, Ya Allah limpahkanlah keberkahan untuk Yaman.”

Syam adalah wilayah Jordan dan sekitarnya, mengapa Rasulullah mendoakan keberkahan untuk wilayah Yaman?

Dari Yaman ke Indonesia

Karena beliau mengetahui bahwa nanti stelah beliau wafat akan ada Al Imam Ahmad Al Muhajir keturunan beliau hijrah ke Yaman dari Baghdad dan kemudian terus menyebar. Saat ini negeri muslimin terbesar di dunia adalah Indonesia, dan yang membawa Islam ke Indonesia adalah penduduk Yaman.

Penyebaran islam terbesar adalah dari Yaman karena negeri terbesar di muka bumi adalah Indonesia, dan Indonesia diislamkan oleh penduduk Yaman dari para Habaib kita, dan inilah keberhasilan terbesar di muka bumi, karena di negeri-negeri yang lain jumlah muslimin tidak sebanyak di Indonesia, padahal tidak ada para sahabat Rasul yang sampai ke Indonesia , maka dari mana keberhasilan itu datang tentunya dari penduduk Yaman, yaitu dari para Habaib nya, dari mana mereka? Dari doa sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Fitnah dari Najd

Lalu ketika sang nabi mendoakan keberkahan untuk wilayah Syam dan Yaman maka diantara sahabat ada yang berkata, “wilayah Najd juga wahai Rasulullah.”

Tetapi Rasul diam kemudian mendoakan lagi penduduk Syam dan Yaman, dan diantara sahabat ada yang berkata lagi, “dan wilayah Najd wahai Rasul.”

Najd adalah suatu wilayah pegunungan di Saudi Arabia, dua kali sahabat meminta rasulullah untuk mendoakan Najd, dan untuk yang ketiga kalinya Rasul menjawab, “akan muncul goncangan dan fitnah dari tempat itu, dan terbitnya tanduk syaitan dari Najd.”

Demikian sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan muncul zaman sekarang yang membid’ahkan maulid, yang mengharamakan majelis dzikir, yang memusyrikkan orang yang berziarah, maka semua itu muncul dari Najd. Ibn Abdul Wahab (Wahabi) adalah dari Najd dan lahir di Najd dan hal itu diketahui oleh sayyidina Muhammad 14 abad yang silam.

Anshar adalah Keturunan Orang Yaman

Negeri Yaman adalah negeri yang membawa kebahagiaan dan rahmat di masa setelah wafatnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena telah disampaikan oleh sang Nabi bahwa Iman akan terbit pada penduduk Yaman dan Hikmah kemuliaan ada pada penduduk Yaman. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari menjelaskan hadits ini, beliau berkata bahwa hadits ini terikat pada kaum Anshar karena ternyata kaum Anshar itu adalah keturunan oarng-orang Yaman, yang mana Rasulullah telah bersabda:

مَنْ أَحَبَّهُمْ أَحَبَّهُمُ اللهُ وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُمُ اللهُ

“Barangsiapa yang mencintai Anshar maka ia dicintai Allah , dan siapa yang membenci Anshar maka ia dibenci Allah.”

Anshar adalah keturunan orang Yaman, bahkan Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam An Nawawy alaihi rahmatullah menjelaskan bahwa penduduk Makkah pun ketika di masa datangnya Siti Hajar ‘alaihassalam yang ditinggalkan oleh nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang ketika itu sayyidah Hajar bersama putranya yaitu nabi Ismail alaihissalam ditinggal di Makkah. Ketika itu datang kafilah dari Bani Tihamah dari Yaman, jadi penduduk Makkah pun asal muasalnya dari Yaman juga, ternyata Makkah dan Madinah awalnya juga dari Yaman. Demikian pula muslimin yang sampai ke Indonesia awalnya juga dari Yaman.

Diriwayatkan bagaimana indahnya budi pekerti nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang juga sangat tunduk kepada budi pekerti yang indah, sayyidina Ali bin Abi Thalib kw, sayyidatuna Fathimah Az Zahra Ra dan para muhajirin dan anshar mereka wangi dan harum dengan budi pekerti yang indah, dan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda diriwayatkan oleh Imam Bukhari didalam kitabnya Shahih Bukhari:

أَحَبُّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنُكُمْ أَخْلاَقًا

“Orang yang paling aku cintai diantara kalian adalah yang paling indah budi pekertinya.”

Maka berjuanglah untuk memperindah budi pekerti kita. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page