Kota Tarim Kota Masjid

Ada rahmat Allah yang hanya khusus diberikan untuk orang-orang mukmin, untuk muslimin, untuk orang-orang yang benar-benar mencintai nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak diberikan sama sekali kepada orang kafir. Yaitu rahmat yang dicurahkan tatkala kita masuk kedalam masjid dan memohon kepada Allah agar membukakan untuk kita pintu-pintuh rahmat-Nya. Yang mana rahmat yang Allah curahkan di masjid itu khusus dari Allah yang tidak kita temukan di tempat lain.

Para wali Allah dan para shalihin mengetahui akan rahmat Allah yang diturunkan di setiap masjid. Maka di kota Tarim, disana terdapat 400 masjid, padahal Tarim adalah kota kecil tetapi disana terdapat 400 masjid.

Mengapa, di kota kecil ini ada 400 masjid?, karena penduduk dan para ulama dan shalihin di kota itu sangat mencintai masjid, mereka tidak mencintai masjid hanya dengan sekedar dengan membangunnya saja. Akan tetapi mereka suka duduk didalamnya, beri’tikaf dan beribadah disana. Dan orang shalih di Tarim yang mempunyai harta maka ia akan membangun masjid kecil disamping rumahnya dan dia habiskan semua waktunya di masjid, belajar dan mengajarnya di dalam masjid, sesekali pulang kepada keluarga di waktu senggang kemudian kembali lagi ke masjid.

Ketika ditanya, “Mengapa engkau membangun masjid di samping rumahmu, padahal sudah ada masjid yang tidak jauh dari tempatmu?”

Maka ia menjawab, “jika aku berjalan ke masjid yang disana maka langkah-langkahku ke masjid akan mengurangi waktuku untuk berada di masjid, akan tetapi jika masjid berada di samping rumahku aku tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk melangkah kesana.”

Dan banyak orang-orang disana yang tidak mau melewatkan atau kehilangan waktu mereka untuk berada di masjid, mereka ingin waktu-waktu mereka dihabiskan di masjid, karena itulah terdapat banyak masjid di kota Tarim. Dalam jarak kurang dari 1 km kita akan menemukan tiga masjid, karena para shalihin dan para penduduk di Tarim mengetahui kemuliaan masjid, bahwa rahmat yang diturunkan di masjid adalah rahmat khusus untuk muslimin.

(Tausyiah Habib Musa Kadzhim bin Ja’far As Seggaf di Majelis Rasulullah tanggal 15 Maret 2010) {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page