Mazhab Zakat Abu Bakr As Shiddiq Ra

Diriwayatkan dalam salah satu atsar bahwa ada dua orang kakak beradik, yang satu kaya raya dan yang satu lagi tidak kaya tapi dermawan.

Maka si kakak yang kaya raya ini berkata, “aku mau pergi haji, aku titip hartaku ada ladang gandum yang luas ini tolong dikeluarkan zakatnya, kebetulan saat aku berangkat nanti masuk waktu haul untuk membayar zakat, maka keluarkanlah zakatnya.”

Zakatnya tentunya jelas 2,5 %, dan tempat hasil panen gandum telah disiapkan, sebuah gudang besar kalau sudah panen gudang ini penuh.

Maka kakaknya berangkat haji, setelah pulang perasaannya senang karena ibadah hajinya sudah selesai dan zakat untuk hasil gandumnya sudah diamanahkan kepada adiknya, maka tentunya sudah dikeluarkan zakatnya, maka ia ingin melihat hasil panen di gudangnya seberapa banyak, setelah dilihat ternyata gudangnya kosong.

Maka ia berkata kepada adiknya, “mana hasil panennya? apa kita belum panen bukannya sudah waktunya panen?”

Maka si adik menjawab, “betul, kita sudah panen kakak.”

Si kakak bertanya, “lalu, sudah dikeluarkan zakatnya?”

Si adik menjawab “sudah.”

“Lalu mana sisanya, dicuri orang kah?”

Maka si adik berkata, “sudah dizakatkan semuanya.”

Sang kakak berkata, “kamu ini mengikuti mazhab siapa, zakat dikeluarkan 100% ??!!”

Si adik menjawab, “mazhab Abu Bakr As Shiddiq Ra.”

Sayyidina Abu Bakr As Shiddiq serahkan semua hartanya untuk Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan meninggalkan keluarganya untuk keridahaan Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kita belum sampai kesana (ketingkat itu) tentunya, namun kalau seandainya kita belum mampu mencapai hal itu, paling tidak kita memahami bahwa ada jiwa-jiwa luhur yang berbuat seperti ini. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page