Pengampunan dan Pencucian Dosa Lebih Baik dari Suul Khatimah

Allah subhanahu wata’ala Maha mampu berbuat kepada hamba-hambanya, Allah subhanahu wata’ala Maha mampu pula memberikan kemuliaan, Allah juga Maha mampu memberikan kehinaan.

Sebagaimana Allah berbuat kepada ummat Nabiyallah Luth As, Nabiallah Luth As mempunyai ummat yang beriman dan ada yang pendosa, dosanya adalah homo seksual dan Lesbian, pria dengan pria, wanita dengan wanita, mereka terus bercumbu demikian, dan Nabi Luth mengajak mereka untuk bertaubat, namun mereka tetap menolak, mereka tetap memilih dalam Homo seksualnya dan lesbiannya.

Maka Allah subhanahu wata’ala murka dan memerintakan kepada Nabi Luth untuk menyingkir, pergilah engkau wahai Luth dengan pengikut ummat mu yang beriman, limpahan Rahmat bagi mereka.

Dalam waktu tiga hari kemudian, tidak lama Allah subhanahu wata’ala menjadikan tempat kaum Nabi Luth, yang bawahnya menjadi atasnya, yang atasnya menjadi bawahnya. Diriwayatkan di dalam Tafsir Imam Ibn Katsir, Imam Khuturbi dan Imam Thobari dan imam lainnya, Allah menurunkan Jibril dan Jibril mengangkat tanah wilayah itu dan membalikannya, di angkat ke langit dan dilemparkan kembali kedalam bumi hingga terbalik, atasnya menjadi bawahnya, dan bawahnya menjadi atas.

Tempat itu kemduian dikenal dengan laut mati, kenapa? Karena danau tapi asin, orang di situ berenang atau tidak bisa berenangpun tidak akan tenggelam, karena kalau sudah masuk di situ mengambang saja karena kadar garamnya sangat tinggi.

Tempat itu dinamai juga bahrul mayyit, atau The Dead Sea. Makruh orang yang mendatangi laut mati itu kalau tanpa niat yang baik, atau tanpa niat yang udzur yang syar’i makruh.

Karena apa? Karena tempat yang pernah dilanda kemurkaan Allah subhanahu wata’ala.

Laut mati berada di Negeri Jordan, dekat dengan perbatasan Israel. Nabi Luth di situ, Allah subhanahu wata’ala melimpahkan azabnya kepada mereka kaum Nabi luth, Nabi Luth selamat karena diperintahkan pergi ketempat yang jauh.

Demikian yang Allah perbuat pada mereka yang terus menolak untuk mendekat Kepada Nya. Bila tidak di dunia barang kali dalam kuburnya, bila tidak di dalam kubur barang kali di akhirat, tidak akan selamat seseorang di dalam dosa-dosa kecuali kerena dua hal.

Di ampuni Allah atau mendapat pencucian dosa, keduanya adalah Rahmat Allah. Sesungguhnya pencucian dosa adalah jauh lebih baik dari pada di biarkan wafat dalam kekufuran dan Suul Khatimah. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page