Perbudakan Dibolehkan Dalam Islam

Sebagian mereka musuh-musuh Islam menjelaskan bahwa Islam memperbolehkan perbudakan. Beda, perbudakan muslimin yang ada di dalam Syariah dengan perbudakan di luar muslimin.

Perbudakan di dalam Islam itu adalah orang-orang yang melawan muslimin dan memerangi muslimin dan tidak mau masuk Islam maka mereka dijadikan budak, tidak dimasukkan ke penjara. Tidak ada di dalam Islam namanya orang-orang di penjara karena memerangi muslimin tapi dijadikan budak, wah kejam sekali dijadikan budak?

Sebentar! budak di dalam Islam fahami dulu…

Rasul SAW memerintahkan sebagaimana sabdanya SAW riwayat Shahih Al Bukhari, “beri makan budak kalian sebagaimana makanan kalian, kalau kalian makan apa beri makanan yang sama dan jangan bentak-bentak dia.”

Dan Riwayat Al Imam Bukhari di dalam kitab Adab Al Mufrad , salah seorang sahabat membentak budaknya (sedangkan) dibelakangnya Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda, “bertakwalah kepada Allah wahai Hamba Allah..!”

Maka sahabat itu berbalik melihat Rasulullah SAW dan berkata, “Ya Rasulullah SAW, mohon maaf aku menghardik budak.”

Maka berkata Rasul SAW. “Kau sudah tau bukan apa yang harus engkau perbuat?”

Sahabat menjawab. “Tahu ya Rasulullah, aku bebaskan dia.”

Menghardik budak bebas budaknya, ini tuntunan Sayyidina Muhammad SAW.

Hidup satu rumah, makan sama dengan tuannya, tidak dipaksakan masuk Islam, dimana hadirin hadirat ajaran di barat dan timur mengajarkan orang yang memerangi kita suruh tinggal serumah, suruh makan bersama kita, tidak dipakasakan masuk Islam.

Inilah indahnya perbudakan di dalam Islam. Dan setiap kali ratusan hadits dalam riwayat yang tsiqah ataupun shahih yang menjelaskan, “barang siapa yang melepaskan budak…, barangsiapa yang membebaskan budak…, barangsiapa yang melepaskan budak…, barangsiapa, barangsiapa, terus dan terus… akhirnya perbudakan sirna dengan kebangkitan Islam.” {}

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page