Rindu Pada Allah Hingga Teteskan Air Mata

Kerinduan kepada Allah ini paling jarang ada di hati manusia, padahal itulah yang paling luhur dan mulia. Sepanjang kehidupan, melintas pikiran kita ke barat dan timur, makanan dan minuman, keuntungan dan kerugian, musibah dan kenikmatan, semua itu fana dan sirna dan yang termulia adalah lintasan pikiran tentang Allah subhanahu wata’ala.

Salah satu kelompok yang dinaungi oleh Allah kelak di hari kiamat adalah sesorang yang mengingat Allah kemudian menetes airmata nya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

سَبْعَةٌ يَظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : اَلإِمَامُ اْلعَادِلُ وَ شَابٌ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَ رَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ وَرَجُلاَنِ تَحَابَا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَ تَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصدقة فَأَخْفَاهَا حَتَّىلاَتَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ ( صحيح البخاري

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:

  1. Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah).
  3. Seseorang yang hatinya bergantung kepada mesjid (selalu melakukan salat jamaah di dalamnya).
  4. Dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.
  5. Seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk berzina), tapi ia mengatakan, “Aku takut kepada Allah.”
  6. Seseorang yang memberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kanannya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kirinya
  7. Seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu menetes air matanya.

Maka golongan yang ketujuh ini adalah seseorang yang mengingat Allah lantas mengalir airmatanya, maka ia dinaungi oleh Allah di hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah subhanahu wata’ala.

Lantas seorang budak dari Afrika bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kedua mataku ini juga akan melihat apa yang engkau lihat?, yaitu melihat Allah dengan segala keindahan ZatNya?”, doa dan harapan serta puncak dari segala cita-cita terindah .

Pertanyaan yang singkat dan agung, maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam terdiam kemudian berkata, “Iya, kamu akan melihat apa yang aku lihat.”

Maka robohlah ia dengan tangisnya karena gembira dijanjikan Sang Nabi akan melihat keindahan Allah.

Ketika orang ini wafat, Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang memanjakan jenazahnya dan beliau turun ke lahatnya dan membaca salah satu ayat firman Allah dalam surat Al Insan.

Maka para sahabat berkata, “Wahai Rasulallah, betapa indahnya orang ini kau begitu memuliakan dia.”

Inilah balasan dari Allah atas kerinduan hambaNya kepada Allah, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata. “Taukah kalian, demi Allah ruh orang ini sedang dihadapkan kepada Allah dan sedang diberdirikan di hadapan Allah subhanahu wata’ala, dan Allah berkata, “Wahai hambaKu, sekarang kan Kuterangi engkau dengan cahayaKu.”

Demikian jiwa yang rindu kepada Allah subhanahu wata’ala. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page