Semakin Rendah Maharnya Semakin Berkah

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda di dalam Shahih Bukhari: “Nikahlah walau hanya dengan mahar dari cincin besi.”

Cincin besi di jalan bisa dicari, dengan seperti itupun pernikahan sudah Sah, nikahlah jangan sampai tertahan pernikahanmu hanya karna harta, demikian himbauan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena kebahagiaan itu milik Allah.

Diriwayatkan didalam shahih Bukhari, Seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “wahai Rasulullah aku hadiahkan diriku untukmu.”

Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam diam, datang seorang sahabat, “ya Rasulullah, nikahkan aku dengannya.”

Rasulullah diam, “kau punya apa? kau punya harta?”

Tidak ya Rasulullah, tidak punya harta.

“Walau cincin dari besi..??”

Tidak punya ya Rasul.

“Punya baju?”

Punya cuma ini yang kupakai, kalau kujadikan mahar maka aku tidak pakai baju

Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam diam, dilihat pada wanita itu, “kau mau menikah dengannya?”

Wanita itu berkata, “aku sudah hadiahkan diriku padamu ya Rasulullah, terserah engkau mau taruh aku di laut boleh, mau melemparkan aku kemana, aku taat.”

Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata melihat ke pria ini, “kau mempunya hafalan Al-Qur’an?”

Punya ya Rasulullah.

“Kunikahkan engkau dengan wanita ini dengan mahar kau harus ajari dia Al-Qur’an, hafalannya beberapa ayat.”

Menikahlah mereka, Allah melimpahkan keberkahan bagi pernikahan itu hingga di kemudian hari mereka di limpahi harta, kekayaan dan keturunan salihin dan salehat, dari situ para ulama mengambil qiyas, daripada Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Semulia-mulia dan seberkah-berkahnya mahar akad nikah adalah yang paling kecil jumlahnya, berbeda dengan hadiahan, hadiahan mau di hadiahi rumah, mobil, terserah, boleh boleh saja, tapi ini bicara jumlah mahar, kalau mahar semakin rendah jumlahnya, semakin berkah.

Namun para ulama di Hadramaut para salafushaleh, para guru-guru, sudah memberikan satu kadar Tawasuth tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi, yaitu 5 ogi perak, dengan timbangan resmi wilayah Tarim, itu kalau di rupiahkan kira-kira 50 ribu. Di negara kita, apabila yang menikahkan mereka rata-rata maharnya 50 ribu, itu adalah yang diambil keputusan oleh para ulama kita. Namun bukan mesti sedemikian itu jumlahnya. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page