Siapa yang Menciptakan Allah?

Syaitan itu bisa datang berusaha untuk menipu kita, seakan-akan bisikan yang baik awalnya tapi akhirnya jahat. Syaitan berkata “man khalaqa kadza? siapa yang membuat seperti ini?” Jawaban kita “Allah.” Siapa yang membuat siang bisa terbit, bumi berputar? Jawaban kita “Allah Allah Allah.” Terus syaitan bertanya “man khalaqa kadza? siapa yang mencipta begini? man khalaqa kadza siapa yang mencipta begitu? Siapa yang mencipta manusia dari sperma menjadi manusia yang sempurna?” Jawaban kita “Allah Allah.”

Lalu syaitan menjebak kita dengan pertanyaan “man khalaqa Rabb?” siapa yang menciptakan Allah? Syaitan membenturkan logika kepada iman, ketika iman dibenturkan kepada logika. Inilah jahatnya syaitan yang diperingatkan oleh Sayyidina Muhammad saw. Rasul saw sudah tahu ini tipuan syaitan yang akan berbuat begitu. Jadi Rasul saw berkata “kalau sampai ada dihatimu perkataan siapa yang menciptakan Tuhanmu?, falyasta’idz billah walyantahi, maka segeralah berlindung kepada Allah dan berhentilah dari pemikiranmu. Karena pemikiranmu sudah dimasuki syaitan”. Seperti ini kalau seandainya kita berfikir “kenapa disuruh jangan berfikir?” orang bertanya tentang Tuhanku boleh saja, tapi kalau sampai pada pertanyaan siapa yang mencipta Tuhanku? Tidak boleh berfikir lagi, berhenti.

Kenapa tidak boleh memakai logikamu? Jawabannya kira-kira begini. Hal orang yang sudah ada yang lebih tahu padanya dan berpengalaman, jangan sesekali kita melanggarnya kalau orang itu sangat kita percaya. Misalnya kita punya seorang teman. Kita datang ke tempatnya, kita tidak tahu ada 10 makanan mana yang halal tapi ada satu yg haram, mana yang haram? Kemudian teman kita berkata itu yang piringnya hijau boleh, yang piringnya merah boleh, yang piringnya kuning boleh, itu yang piringnya hitam jangan dimakan itu racun. Coba dengan logika kita, kita makan atau tidak? Pasti tidak kita makan karena kita percaya kepada orang yang bicara. Yang mencobanya adalah orang yang bodoh dan orang yang mencobanya adalah orang yang terjerumus ke dalam jahatnya racun tersebut.

Demikian pula yang percaya kepada Sayyidina Muhammad saw. Rasul berkata, “kalau sudah alam pemikiranmu bertanya bagaimana penciptaan ini? bagaimana penciptaan itu? terus ikuti, boleh dalami, boleh pelajari sampai kepada terbenturnya nanti syaitan berkata siapa yang mencipta Tuhanmu? Berhenti.” Kata Rasul “falyasta’idz billah walyantahi,” minta perlindungan kepada Allah, “wahai Allah lindungi aku dari kejahatan tipuan syaitan, tipuan-tipuan logika yang menjerumuskan aku dalam kejauhan tauhid.” Jauhilah pemikiran-pemikiran itu, sebagaimana kita mendengar teman kita yang mengatakan itu racun, jangan dicoba karena kita percaya kepada teman kita. Dan orang yang paling berhak dipercaya adalah Sayyidina Muhammad saw.

Sudah banyak bukti-bukti bahwa sunnah beliau saw adalah ajaran yang paling modern dari semua ajaran. []

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page