Subuh Berjamaah Sama Dengan Qiyamul Lail Sepanjang Malam

Kita ketahui semakin banyak orang-orang yang berusaha menggampangkan shalat, misalnya muncul fatwa bahwa shalat subuh boleh dilaksanakan jam 9 pagi, fatwa seperti apa dan dari mana hal ini?! Karena semua madzhab tidak ada yang mengatakan bahwa shalat subuh boleh dilakukan jam 9 pagi, namun jika terlambat bangun maka shalat subuhnya wajib di qadha’ meskipun jam 12.00 siang.

Disebutkan dalam hadits riwayat Shahih Al Bukhari dimana rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terlambat mengerjakan shalat subuh, hal ini bukanlah merupakan dalil diperbolehkannya shalat subuh dilakukan selepas waktu subuh (waktu isyraq), namun hadits ini adalah sebagai dalil wajibnya menggadha’ shalat jika telah lewat dari waktu yang ditentukan, karena di dalam riwayat lain di dalam Shahih Al Bukhari juga dijelaskan bahwa Jibril As mengajarkan shalat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dimana shalat yang pertama kali diajarakan adalah shalat dzuhur, kemudian shalat Asar, Maghrib, Isya dan Subuh.

Maka di hari pertama Jibril melakukan shalat kesemuanya di awal waktu, dan di hari kedua malaikat Jibril melakukan shalat itu kesemuanya di akhir waktu, kemudian Jibril berkata, “baina hadzain ya rasulallah, diantara dua waktu ini wahai rasulullah.”

Jadi waktu shalat subuh sudah jelas yaitu mulai adzan Subuh sampai waktu isyraq. Waktu isyraq itu perkiraannya 1 jam 45 menit setelah azan subuh, namun itu secara perkiraan saja, jika mau tau pasti waktu isyraq atau akhir waktu subuh maka bisa kita lihat jadwal shalat yang diterbitkan oleh Departemen Agama. Disana dicantumkan waktu isyraq yaitu berakhirnya waktu Subuh dan jika lewat dari waktu itu maka shalat subuh harus di qadha’, jika hal itu disengaja maka terkena dosa dan wajib di qadha’.

Semoga Allah makmurkan shalat subuh bagi kita, memudahkan kita untuk melakukannya, karena Allah subhanahu wata’ala memberikan kemuliaan untuk orang yang mengerjakan shalat subuh berjamaah, dimana pahalanya sama dengan pahala qiyamul lail sepanjang malam, adapun shalat isya’ berjama’ah pahalanya sama dengan qiyamul lail setengah malam, sebagaimana hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.”

Demikian layaknya kita para pecinta nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk selalu berusaha untuk membela hal-hal yang wajib untuk terus kita lakukan, adapun bagi yang belum mampu maka haruslah berusaha, misalnya dengan memasang alarm di handphone, atau dengan meminta dibangunkan ke semua teman yang lain dengan cara misscall atau menelpon diwaktu subuh, jika belum juga diangkat maka jangan dimatikan sampai ia bangun, karena dengan usaha itu kita akan mendapatkan pahalanya. ()

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page