Sujud Dzahir dan Bathin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Jibril As, yang dijelaskan di dalam tafsir Al Imam Qurthubi, beliau bertanya, “wahai Jibril, bagaimana pahala orang yang bersujud dan mengucapkan subhana rabbii al a’laa wabihamdih satu kali?”

Maka Jibril As berkata, “pahalanya lebih berat dari sebuah gunung, lebih berat dari al kursi, lebih berat dari arsy.”

Kemudian Allah berfirman, “sungguh telah benar hamba-Ku, Aku mengungguli segala sesuatu.” Nama Allah jika disebut maka pahalanya jauh lebih berat dari arsy, kursi dan seluruh alam semesta. Demikian keadaan hamba yang bersujud.

Nabi yang luhur adalah imam ahli sujud yang terlahir dalam keadaan bersujud sebagaimana diriwayatkan dalam sirah Ibn Hisyam dan ketika sayyidina Tsauban Ra ditanya, diriwayatkan dalam Shahih Muslim, “Wahai Tsauban amal apakah yang paling dicintai Allah?”

Tetapi beliau hanya diam dan untuk yang ketiga kalinya beliau berkata, “perbanyaklah bersujud, karena aku telah menanyakan pertanyaanmu ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Rasul berkata perbanyaklah bersujud karena jika engkau bersujud, Allah akan mengangkat derajatmu semakin dekat kepada-Nya dan berjatuhan dosa-dosamu”, demikian kemuliaan sujud.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ اْلعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ

“Keadaan hamba yang paling dekat kepada Tuhanya adalah tatkala ia bersujud.”

Diriwayatkan oleh sayyidina Rabi’ah bin Ka’ab Ra, ia berkhidmah kepada Rasulullah karena cintanya kepada Rasulullah, dan setelah berhari-hari ia berkhidmah maka Rasul mengizinkannya pulang, kemudian Rasulullah kepada Rabi’ah bin Ka’ab, “wahai Rabi’ah, mintalah apa yang kau inginkan.”

Maka Rabi’ah berkata, “menemanimu di sorga, wahai Rasulullah.”

Demikian riwayat Shahih Muslim, maka berkatalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “adakah yang lainnya ?”

Rabi’ah menjawab, “tidak ada wahai Rasulullah, aku hanya ingin menemanimu di surga, karena aku telah menemanimu di dunia maka aku ingin juga bisa bersamamu di akhirah.”

Maka Rasulullah berkata, “bantulah aku untuk hajatmu itu dengan perbanyaklah sujud, maka engkau akan bersamaku kelak di akhirat.”

Sujud itu ada yang dzahir dan ada yang bathin, sujud yang dzahir adalah sujudnya tubuh kita sebagaimana kita ketahui, namun sujud bathin adalah ketika tubuh kita sujud, hati kita juga sujud kepada Allah dan setelah itu hati akan terus sujud walaupun tubuh kita beraktifitas, hati kita akan tetap sujud dan merendahkan diri kepada Allah walaupun siang dan malam kita dalam aktifitas lain sampai kembali ke waktu sujud lagi, yaitu waktu shalat. Namun di luar waktu-waktu shalat pun, kemuliaan sujud terus menerangi hati kita. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page