Teman Sehidup dan Semati

Al ‘Arif billah Al Habib Ali bin Ja’far Al ‘Aidarus ‘alaihi rahmatullah, adalah teman seperguruan dari wali quthub Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Saggaf, ayah beliau Al Habib Ja’far Al ‘Aidarus adalah guru daripada Al Habib Abdurrahman As Saggaf. Tepat setelah 40 hari wafatnya Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Seggaf, maka Al Habib Ali bin Ja’far Al ‘Aidarus wafat pula di Batu Pahat Johor Malaysia.

Beliau adalah seorang yang sangat rendah diri dan tawadhu’, dan Habib Munzir bin Fuad Al Musawa dulu sering berkunjung ke rumah Habib Ali bin Ja’Far Al ‘Aidarus. Rumah yang kecil, tidak menampung 30 orang, setengah ruang tamu telah dipenuhi botol berisi air untuk meminta doa Habib Ali bin Ja’Far Al ‘Aidarus, dan setengah ruang tamu lagi dipenuhi oleh orang yang berziarah kepada Habib Ali bin Ja’Far Al ‘Aidarus.

Dan 2 hal yang paling menonjol dari budi pekerti Habib Ali bin Ja’Far Al ‘Aidarus yaitu, apabila ada tamu yang datang di waktu makan maka ia tidak akan diizinkan pergi kecuali makan terlebih dahulu, dan tamu selalu yang dimintai doa. Al Habib Ali bin Ja’far Al ‘Aidarus jarang sekali mau berdoa, tetapi justru Al Habib Ali meminta tamunya yang berdoa dan jika tidak mau berdoa maka tamu tersebut tidak akan diizinkan untuk pulang, demikian akhlak Al Habib Ali bin Ja’far Al ‘Aidarus.

Semua para Al ‘arif billah khususnya para habaib jika mereka ke Malaysia, pasti mereka berkunjung ke Batu Pahat kediaman Al Habib Ali bin Ja’far Al ‘Aidarus diantara mereka adalah As Sayyid Muhammad bin Alwy Al Maliki, Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad ‘alaihi rahmatullah, Al Habib bin Hasan As Syathiri , Al Habib Salim bin Abdullah As Syathiri, Al Habib Zein bin Ibrahim Sumaith Madinah, dan guru mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad Al Hafizh, mereka semua jika ke Malaysia pasti berkunjung kepada Al Habib Ali bin Ja’far Al ‘Aidarus. Beliau adalah seorang Al ‘arif billah yang tidak ketahuan, yang banyak berdoa dan bermunajat, dan jasa beliau sangat besar bagi Majelis Rasulullah.

Di awal-awal guncangan dakwah Majelis Rasulullah, awal tahun 2002 di saat itu Habib Munzir bin Fuad Al Musawa sering berkunjung kepada Habib Ali bin Ja’Far Al ‘Aidarus, dan Habib Munzir berkata dalam hati bahwa ia mempunyai hutang besar, sedangkan ia tidak mampu membayar hutang, dan hutang terus menumpuk dan kemudian ia datang kepada Al Habib Ali untuk mengadu dan memohon doa supaya bisa menyelesaikan hutang. Namun ketika Habib Munzir datang, tamu juga sangat ramai maka Habib Munzir tidak jadi berbicara dan diam saja, dan setelah Habib Munzir keluar dari rumah Al Habib Ali, beliau berkata di dalam hati, “wahai Allah, hutang saya, kutitipkan kepada Al Habib Ali bin Ja’far Al ‘Aidarus, karena saya tidak mampu lagi untuk menanggungnya.”

Maka Al Habib Ali memanggil salah seorang yang keluar bersama Habib Munzir dan berbicara 4 mata bersama beliau, orang itu datang kepada kembali kepada Habib Munzir dan bertanya, “kamu punya hutang ya?”

Habib Munzir berkata, “bagaimana anda tau?”

Orang itu menjawab menjawab, “tadi Al Habib Ali memanggil saya dan mengatakan bahwa kamu punya hutang dan beliau meminta saya untuk melunasi hutang kamu semuanya.”

Subhanallah.

Di saat hampir hancurnya Majelis Rasulullah, Habib Ali bin Ja’Far Al ‘Aidarus lah yang mendukung Majelis Rasulullah dengan doa dan munajatnya. Dan pada hari Kamis sore tanggal 13 Mei 2010 Habib Ali bin Ja’Far Al ‘Aidarus wafat, tepat 40 hari setelah wafatnya Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad As Saggaf. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page