Wajah Yang Paling Di Rindukan

Diceritakan saat Habib Munzir bin Fuad Al Musawa masih belajar di Tarim. Suatu malam, orang orang telah tidur, Habib Munzir berdiri mematung didepan pintu kediaman guru mulia Habib Umar bin Hafidz, berlama-lama, menanti kedatangan sang guru mulia. Akhirnya setelah mungkin berjam jam, Habib Munzir tidak kuat maka dia duduk, di tangga pintu rumah guru mulia, hati Habib Munzir tak tahan ingin melihat wajah yang paling ia rindukan.

rumahgurumuliaTak lama Habib Umar datang dan berkata, “Tuhibbussamar..?, aw tuhibbussahar?, aw tuhibbul qamar..?”

Lalu beliau tersenyum dan masuk rumah, meninggalkan Habib Munzir yang mematung mendengarkan kalimat penuh makna itu.

Habib Umar bin Hafidz berkata diatas yang artinya, “kau menyukai tidur larut malam..?, atau kau menyukai tidak tidur sepanjang malam dengan ibadah..?, atau kau mencintai bulan purnama..?”

Tentu yang dimaksud bulan purnama adalah Rasulullah saw. Habib Munzir hanya menunduk mematung dengan airmata mengalir gembira, puas telah melihat guru mulia, dan guru mulia mengucap salam dan menutup pintu. Habib Munzir pun pulang, karena guru mulia tahu Habib Munzir tidak punya hajat apa apa selain ingin jumpa melihat wajahnya. {}

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page