Aqidah Aswaja

Aswaja adalah akronim dari istilah ahlu sunnah wal jamaah yang merupakan salah satu aqidah dalam agama Islam.

Istilah ahlu sunnah wal jamaah sendiri sudah ada sejak jaman Rasulullah SAW, sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Imam Ath-Thabarani (260-360H):

افترقت اليهود على إحدى أو اثنتين وسبعين فرقة ، وافترقت النصارى على إحدى أو اثنتين وسبعين فرقة ، وستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة، الناجية منها واحدة والباقون هلكى. قيل: ومن الناجية ؟ قال: أهل السنة والجماعة. قيل: وما السنة والجماعة؟ قال: ما انا عليه اليوم و أصحابه

Orang-orang Yahudi bergolong-golong terpecah menjadi 71  atau 72 golongan, orang Nasrani bergolong-golong menjadi 71 atau 72 golongan, dan umatku (kaum muslimin) akan bergolong-golong menjadi 73 golongan. Yang selamat dari padanya satu golongan dan yang lain celaka. Ditanyakan, “Siapakah yang selamat itu?“. Rasulullah SAW menjawab, “Ahlusunnah wal Jama’ah”. Dan kemudian ditanyakan lagi, “apakah assunah wal jama’ah itu?“. Beliau menjawab, “Apa yang aku berada di atasnya, hari ini, dan beserta para sahabatku (apa diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diamalkan beserta para sahabat)”.

Dalam hal aqidah Aswaja mengikuti pemahaman ilmu kalam (filsafat) dari Imam Abu Al-Hasan Al-Asy’ari (260-323H) dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi (238-333H).

Adapun akidah yang diusung oleh Imam Al-Asy’ari adalah sebagai berikut :

  • Menyakini adanya sifat Allah
  • Al-Quran adalah firman Allah
  • Allah dapat dilihat dengan mata saat di akhirat
  • Perbuatan manusia diciptakan oleh Allah
  • Allah mempunyai muka, mata, tangan sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran tapi tidak diketahui bagaimana bentuknya
  • Orang mukmim yang berdosa besar tetap dianggap mukmim
  • Allah memilik kehendak mutlak atas ciptaan Nya

Sedangkan dalam hal hukum fiqih Aswaja mengikuti kepada empat imam mazhab yaitu Imam Abu Hanifah (80-150H), Imam Malik bin Anas (90-174H), Imam Abu Abdullah Muhammad bin Idris As-Syafi’i (150-204H) dan Imam Ahmad bin Hambal (164-241H).